hamili-gadis-belia-bos-gilingan-padi-di-gorontalo-diringkus-polisi

Hamili Gadis Belia, Bos Gilingan Padi di Gorontalo Diringkus Polisi

January 22, 2021 By sendaru12 0

Hamili Gadis Belia, Bos Gilingan Padi di Gorontalo Diringkus Polisi – Kasus kekerasan seksual tetap saja sering berlangsung di Gorontalo. Kali ini kelakuan tak terpuji itu dilaksanakan seorang pria berinisial IS (45), warga Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo itu diduga mencabuli anak di bawah umur.

Hamili Gadis Belia, Bos Gilingan Padi di Gorontalo Diringkus Polisi

hamili-gadis-belia-bos-gilingan-padi-di-gorontalo-diringkus-polisi

qualitykushandcartsdispensary.com – Pria yang dikenal sebagai bos gilingan padi di kampungnya itu, kini kudu merintis hari-harinya di balik jeruji besi sesudah ia ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gorontalo. Kamis (21/1/2021).

momen pencabulan itu berlangsung terhadap Maret 2019. Aksi pria tersebut sering dilaksanakan berulang kali di daerah yang tidak sama sampai membawa dampak korban hamil sudah 9 bulan.

Sebelumnya, ke dua orangtua korban tidak sadar apa yang memang menimpa anaknya. Hanya saja, akhir-akhir ini ke dua orangtuanya melihat korban yang terasa tertutup bersama siapa saja, bahkan enggan terlihat rumah.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Moh Nauval Seno, sementara dilakukan konfirmasi mengungkapkan, bahwa IS diduga lakukan pencabulan terhadap korban lebih dari satu kali di daerah terpisah, layaknya di kebun, tempat tinggal korban, serta tempat tinggal IS.

“Korban ini sempat ditawari sejumlah uang. Saat itu, korban diajak bertemu. Kemudian sesudah bersua korban langsung diajak ke kebun. Dan di sana pelaku lakukan aksi pencabulan tersebut,” kata Moh Nauval.

Ia menambahkan, kejadia ini di terbongkar ketika korban mengeluh kesakitan kepada orangtuanya. Merasa curiga bersama kondisi korban, orangtuanya mengajak korban memeriksakan diri di klinik setempat.

Hingga kelanjutannya korban dinyatakan hamil. Tak terima kelakuan IS, orangtua korban selanjutnya melapor ke Polsek Boliyohuto.

“Setelah di check bahwa korban sudah hamil, berasal dari situlah korban bercerita kepada orangtuanya,” ujarnya.

“Pelaku dikenakan pasal pemberian anak bersama ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara,” ia menandaskan.